Genre: Drama, Adventure, Thriller, True Story
Running time: 121 minutes
Directors: Baltasar Kormakur
Cast: Jason Clarke (Rob Hall), Ang Phula Sherpa (Ang Dorjee), Josh Brolin (Beck), Keira Knightley (Jan Arnold), Jake Gyllenhaal (Scott Fischer), Naoko Mori (Yasuko Namba), John Hawkes (Doug Hansen)
Running time: 121 minutes
Directors: Baltasar Kormakur
Cast: Jason Clarke (Rob Hall), Ang Phula Sherpa (Ang Dorjee), Josh Brolin (Beck), Keira Knightley (Jan Arnold), Jake Gyllenhaal (Scott Fischer), Naoko Mori (Yasuko Namba), John Hawkes (Doug Hansen)
Release: 16 September 2015
Film
ini diangkat dari kisah nyata tragedi pendakian puncak tertinggi ‘Everest’ pada
tahun 1996. Pada tahun itu, terjadi sebuah tragedi yang disebut sebagai bencana
terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah pendakian Everest. Pada tanggal 10
Mei 1996, beberapa kelompok pendaki diterjang badai dahsyat, hingga akhirnya
menelan total 12 korban jiwa. Peristiwa ini kemudian mendorong Universal
Pictures untuk mengangkatnya dalam sebuah film drama bertajuk Everest, di
bawah arahan sutradara asal Islandia, Baltasar Komákur (2 Guns,
Contraband).
Tokoh
utama yang disorot dalam film ini adalah Rob Hall ( John Clarke), seorang
pemandu profesional yang
menjadi pemandu utama sebuah ekspedisi ke puncak Everest pada tahun 1996 di
bawah bendera Adventure Consultans. Dia memandu sekelompok peserta
pendakian, yang tidak semua peserta adalah pendaki profesional, tetapi mereka
sama-sama punya tekad untuk mencapai puncak dengan segala risikonya.
Segala
persiapan dilakukan seperti berlatih membiasakan diri dengan iklim pegunungan
tinggi selama satu bulan lebih dan menyiapkan segala peralatan yang
ditubutuhkan. Setelah persiapan dirasa sudah matang, ekspedisi pun dimulai. Mereka
memulai pendakian pada tanggal 10 Mei 1996 karena diperkirakan hari itu adalah
hari yang baik untuk mendaki, sehingga banyak rombongan lain yang mendaki pada
hari itu juga.
Rob
memutuskan untuk bekerja sama dengan pemimpin tim ekspedisi kecil asal AS,
Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), untuk memperlancar perjalanan. Namun,
pejalanan tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan.Mereka harus menghadapi
berbagai macam rintangan. Khususnya hawa dingin yang menusuk dan cuaca yang
tidak menentumelebihi dugaan dan kekuatan mereka.
Sebagian
dari peserta pendakian akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mundur dari
ekspedisi ‘mematikan’ ini. Tetapi, sebagian dari mereka yang memiliki ambisi
yang tinggi untuk menaklukan keangkuhan puncak tertinggi Everest tetap
melanjutkan perjalan walau dengan kondisi tubuh yang mengkhawatirkan.
Bagaimana
nasib para pendaki tersebut? Apakah mereka dapat kembali dengan selamat?
Bagaiman cara mereka bertahan hidup ditengah suhu yang ekstrem? Bagaimana
mereka melewati terjangan badai ganas di atas puncak Everest?
Syuting
film Everest sendiri dimulai pada Januari 2014 di Kathmandu, Nepal,
yang merupakan gerbang pertama setiap pendaki yang hendak ke Everest. Tim
produksi dan pemain kemudian berlanjut ke base camp utama pendakian Everest
yang berada di 5.380 meter di atas permukaan laut. Sementara, sebagian besar
adegan pendakiannya dilakukan di Val Senales di pegunungan Tyrol yang
terletak di Italia bagian Utara, juga di studio Cinecittá di Roma dan studio
Pinewood di London, Inggris.
Buat
kalian para pecinta alam, khususnya para pendaki sejati wajib banget nonton
film ini dan rasakan sensasi visual mendaki puncak tertinggi di dunia. Dikemas dengan spesial efek yang kece banget menurut saya, seakan-akan kita diajak ikut mendaki dan
merasakan ketegangan yang dihadapi saat rintangan-rintangan tersebut datang.
Pemilihan aktornya juga tepat banget. Para aktor di film ini sangat profesional
dan aktingnya pun tidak mengecewakan.Para aktor berhasil
nangkap emosi yang kira-kira pas kejadian.Konflik emosi yang terjadi pun
terkesan alami dan gak lebay.Pokoknya, Feel nya dapet banget. Film ini juga disajikan dalam bentuk 3D.
Kebayang dong gimana kerennya?
Buat
kalian yang belum sempet nonton ini, sempet-sempetin deh. Ajak temen kamu yang
sama-sama punya hobi mendaki. Atau kalau yang belum pernah mendaki dan
penasaran sama rasanya mendaki, cocok juga nih buat ngobatin rasa penasannya. Selain
menegangkan, film ini juga cukup bikin saya baper.
Karena film ini juga menyelipkan sedikit kisah drama mengenai keluarga yang
mengharukan. Jadi, film ini juga recomended
untuk ditonton bersama keluarga.So, don’t
miss it!
Source:


film nya kayak menarik
BalasHapusReferensi yang bagus buat nonton film :D
BalasHapus