expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pages

Senin, 12 Oktober 2015

Movie of the month: EVEREST

Genre: Drama, Adventure, Thriller, True Story
Running time: 121 minutes
Directors: Baltasar Kormakur
Cast: Jason Clarke (Rob Hall), Ang Phula Sherpa (Ang Dorjee), Josh Brolin (Beck), Keira Knightley (Jan Arnold), Jake Gyllenhaal (Scott Fischer), Naoko Mori (Yasuko Namba), John Hawkes (Doug Hansen)
Release: 16 September 2015

Film ini diangkat dari kisah nyata tragedi pendakian puncak tertinggi ‘Everest’ pada tahun 1996. Pada tahun itu, terjadi sebuah tragedi yang disebut sebagai bencana terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah pendakian Everest. Pada tanggal 10 Mei 1996, beberapa kelompok pendaki diterjang badai dahsyat, hingga akhirnya menelan total 12 korban jiwa. Peristiwa ini kemudian mendorong Universal Pictures untuk mengangkatnya dalam sebuah film drama bertajuk Everest, di bawah arahan sutradara asal Islandia, Baltasar Komákur (2 Guns, Contraband).
Tokoh utama yang disorot dalam film ini adalah Rob Hall ( John Clarke), seorang pemandu profesional yang menjadi pemandu utama sebuah ekspedisi ke puncak Everest pada tahun 1996 di bawah bendera Adventure Consultans. Dia memandu sekelompok peserta pendakian, yang tidak semua peserta adalah pendaki profesional, tetapi mereka sama-sama punya tekad untuk mencapai puncak dengan segala risikonya. 
Segala persiapan dilakukan seperti berlatih membiasakan diri dengan iklim pegunungan tinggi selama satu bulan lebih dan menyiapkan segala peralatan yang ditubutuhkan. Setelah persiapan dirasa sudah matang, ekspedisi pun dimulai. Mereka memulai pendakian pada tanggal 10 Mei 1996 karena diperkirakan hari itu adalah hari yang baik untuk mendaki, sehingga banyak rombongan lain yang mendaki pada hari itu juga.
Rob memutuskan untuk bekerja sama dengan pemimpin tim ekspedisi kecil asal AS, Scott Fischer (Jake Gyllenhaal), untuk memperlancar perjalanan. Namun, pejalanan tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan.Mereka harus menghadapi berbagai macam rintangan. Khususnya hawa dingin yang menusuk dan cuaca yang tidak menentumelebihi dugaan dan kekuatan mereka.
Sebagian dari peserta pendakian akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mundur dari ekspedisi ‘mematikan’ ini. Tetapi, sebagian dari mereka yang memiliki ambisi yang tinggi untuk menaklukan keangkuhan puncak tertinggi Everest tetap melanjutkan perjalan walau dengan kondisi tubuh yang mengkhawatirkan.


Bagaimana nasib para pendaki tersebut? Apakah mereka dapat kembali dengan selamat? Bagaiman cara mereka bertahan hidup ditengah suhu yang ekstrem? Bagaimana mereka melewati terjangan badai ganas di atas puncak Everest?
Syuting film Everest sendiri dimulai pada Januari 2014 di Kathmandu, Nepal, yang merupakan gerbang pertama setiap pendaki yang hendak ke Everest. Tim produksi dan pemain kemudian berlanjut ke base camp utama pendakian Everest yang berada di 5.380 meter di atas permukaan laut. Sementara, sebagian besar adegan pendakiannya dilakukan di Val Senales di pegunungan Tyrol yang terletak di Italia bagian Utara, juga di studio Cinecittá di Roma dan studio Pinewood di London, Inggris.
Buat kalian para pecinta alam, khususnya para pendaki sejati wajib banget nonton film ini dan rasakan sensasi visual mendaki puncak tertinggi di dunia.  Dikemas dengan spesial efek yang kece banget menurut saya,  seakan-akan kita diajak ikut mendaki dan merasakan ketegangan yang dihadapi saat rintangan-rintangan tersebut datang. Pemilihan aktornya juga tepat banget. Para aktor di film ini sangat profesional dan aktingnya pun tidak mengecewakan.Para aktor berhasil nangkap emosi yang kira-kira pas kejadian.Konflik emosi yang terjadi pun terkesan alami dan gak lebay.Pokoknya, Feel nya dapet banget.  Film ini juga disajikan dalam bentuk 3D. Kebayang dong gimana kerennya?


     Buat kalian yang belum sempet nonton ini, sempet-sempetin deh. Ajak temen kamu yang sama-sama punya hobi mendaki. Atau kalau yang belum pernah mendaki dan penasaran sama rasanya mendaki, cocok juga nih buat ngobatin rasa penasannya. Selain menegangkan, film ini juga cukup bikin saya baper. Karena film ini juga menyelipkan sedikit kisah drama mengenai keluarga yang mengharukan. Jadi, film ini juga recomended untuk ditonton bersama keluarga.So, don’t miss it!




Source: 



2 komentar: