expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pages

Rabu, 14 Oktober 2015

Nasib Pertanian Masa Depan




            Pertanian adalah urat nadi kehidupan manusia. Pertanian menjadi sumber energi bagi manusia. Jika tidak ada pertanian, bisa dipastikan makhluk hidup pun akan musnah. Selama manusia hidup, sektor pertanian tidak akan pernah mati dan pasti akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih. Lalu, seperti apakah pertanian di masa mendatang?

            Potensi alam yang dimiliki Indonesia sangatlah kaya. Indonesia dianugerhkan tanah yang subur sehingga berbagai jenis tanaman dapat hidup dan menjadi ladang rezeki bagi para petani di Indonesia. Tapi sayangnya, lahan pertanian kian hari kian menyempit. Lahan tersebut kini beralih fungsi menjadi tempat proyek-proyek industri dan real estate, demi kepentingan suatu kelompok. Bisa diperkirakan, mungkin beberapa tahun lagi lahan pertanian akan habis dan digantikan dengan gedung-gedung tinggi dan jalanan beton. Tapi, itu bukanlah kendala untuk tetap menghidupkan sektor pertanian kita. Dengan lahan yang tersisa, kita tetap bisa menghasilkan komoditas pertanian dengan memanfaatkan lahan pertanian yang tersisa secara efisien dan efektif. Atau kita bisa membuat inovasi-inovasi baru dalam media penanaman. Misalnya bertani dengan media air(hidroponik), membuat kebun vertikal, pertanian dengan menggunakan sistem pot bertingkat (vertikultur), dan lain-lain.
            Petani-petani di Indonesia saat ini sudah lebih maju dibandingkan beberapa tahun silam. Petani sekarang sudah lebih mengenal teknologi. Tetapi, pertanian konvensial tetap melekat dalam kegiatan mereka sehari-hari. Di masa yang akan datang pun pertanian konvensional akan lebih dominan dibandingkan pola pertanian lain yaitu pertanian konservasi dan Pertanian dengan Teknologi Tinggi.
            Pertanian Konvensional atau pertaniaan tradisional adalah pola pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani di dunia. Pola pertanian ini mengandalkan inputdari luar sistem pertanian, berupa energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermutu tinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah lingkungan bersamaan dengan lebih banyak input teknologi. Di masa depan akan banyak kemajuan-kemajuan yang terjadi dalam pola pertanian konvensional sebagai akibat dari peran penelitian dan tuntutan masyarakat, seperti penggunaan varietas tanaman unggul yang lebih bermutu dan tahan terhadap serangan hama; penggunaan pupuk yang lebih bijaksana, tidak berlebihan, dan ramah lingkungan; minimnya penggunaan pestisida; lebih memanfaatkan biota di lingkungan pertanian, baik untuk meningkatkan kesuburan lahan, maupun toleransi terhadap OPT; dan lain sebagainnya.
            Pada pertanian konservasi, prinsip utamanya adalah pertanian yang mengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam. Dengan pertanian konservasi diusahakan agar tidak terlalu banyak gangguanan ekosistem dalam alam pertanian. Pertanian ini lebih mengandalkan mekanisme ekobiologi dari alam sehingga input yang diberikan pada sistem pertanian ini diusahakan serendah mungkin. Kalaupun input diberikan, maka input tersebut berupa bahan-bahan organik alamiah yang bukan hasil budaya.
Pertanian Teknologi Tinggi juga akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sngat produktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi, baik berupa teknologi, bahan-bahan kimia maupun energi.
            Masa depan pertanian Indonesia juga bergantung pada kondisi sumber daya manusiannya. Sayangnya, kini  semakin banyak orang yang meninggalkan desa dan memilih mencari penghasilan di kota. Ini disebabkan masih membudayanya pandangan petani sebagai pekerjaan kelas dua, di samping masih sempitnya kesadaran dan pemahaman akan potensi pertanian. Masa depan pertanian Indonesia terancam dengan semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian, khususnya untuk pertanian pangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sektor pertanian di Indonesia masih lemah, sehingga banyak lulusan sarjana pertanian yang kurang tertarik terjun ke bidang tersebut, padahal lahan yang tersedia masih cukup luas.
            Bagaimana hasil produksi pertanian di masa depan?
            Gaya hidup masyarakat juga akan berubah seiring berkembangnya zaman. Di masa depan, masyarakat lebih senang dengan segala sesuatu yang instan. Oleh karena itu, keamanan dan mutu pangan akan menjadi isue penting, walaupun mungkin ketahanan pangan masih menjadi isue yang tidak kalah penting. Tuntutan masyarakat sebagai konsumen produk pertanian pada masa depan akan semakin meningkat, yang mau tidak mau, akan mempengaruhi kecenderungan manajemen produksi tanamanan. Tuntutan konsumen tersebut antara lain adalah:
  •  Produk pangan yang aman dan bebas dari racun, cemaran, pestisida, pengawet buatan dan mikroba  yang berbahaya bagi kesehatan.
  •    Produk pangan harus memiliki kandungan gizi yang tinggi dan berkhasiat bagi kesehatan
  •   Produk pangan harus bermutu tinggi baik dari segi rasa, kemasan, kebersihan dan kandungan gizinya.
  •  Produk pangan harus diproduksi dengan cara yang tidak menurunkan mutu lingkungan. Tuntutan terhadap kelestarian lingkungan akan semakin ketat. Karena itu peneliti Indonesia perlu mengembangkan teknologi pertanian yang dapat menjaga kelestarian lingkungan, mencegah pencemaran tanah dan air, mencegah erosi dan hal-hal lain yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan.
  • Produk pangan harus tersedia dalam waktu yang tepat.
  • Harga jual produk pertanian harus kompetitif.


Pertanian Indonesia memiliki visi menjadi pertanian yang tangguh dan modern berbasis pada pengelolaan sumberdaya alam dan genetik secara berkelanjutan yang menjamin ketahanan, keamanan dan mutu pangan, penyediaan bahan baku industri dan kesejahteraan petani, serta berdaya saing global. Untuk mencapai visi tersebut, dibutuhkan beberapa strategi:
  • Mengembangkan sumber daya manusia yang mampu menerapkan teknologi di bidang pertanian.
  •   Mengubah paradigma masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak memandang pekerjaan di bidang pertanian sebagai pekerjaan kelas dua.
  •   Mengelola lahan dengan bijak. Tidak menggunakan pupuk secara berlebihan dan meminimalisasi penggunaan pestisida
  •  Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan antara lain dengan penerapan teknologi yang tepat. 
  •      Diversifikasi bahan panganditingkatkan baik sumber maupun bentuk dan citarasa hasil olahan.



0 komentar:

Posting Komentar